Memuat ...

Jumlah Penghafal Al-Quran Overseas 7

Adapun rincian siswa-siswi yang tahfiz Al-Quran adalah sebagai berikut :

Khotimin Banat sejumlah 38 dari 42 siswi. Kemudian Khotimin Banin sebanyak 34 dari 49 siswa.

Dua santri berhasil meraih gelar itqon bersanad 30 juz, yakni ananda Rijal Akhmad Faiz dan Dayana Hardianisa.

Baca Juga : Indahnya Ramadan di Mesir, Overseas 7 SMA AABS Purwokerto

Sejumlah santri juga menyelesaikan hafalan secara itqon (hafalan kuat), antara lain ananda :

2 santri itqon 20 juz (Kanya Sheela Andesti dan Sabrina Zahrani Putri)
1 santri itqon 17 juz (Drestha Yafi’ Halim)
3 santri itqon 15 juz (Nararyan Niscala Maheswara, Amira Balqis Assaba, Talitha Farrelia Pegiardhani)
1 santri itqon 13 juz (Mohammad Janoya Dmitry)
8 santri itqon 10 juz (Andhika Nur Hakim, Ikhtiar Fawwaz Jiddan, Diana Aufia Faradiba, Aisyah Attaqia Mulyana, Ghaida Fadilah Maharani, Nadya Shafwa Afandi, Rahajeng Sekar Kinasih, Azqia Muzhaffira)
37 santri itqon 1-9 juz,
19 santri tahfiz (4 Banat dan 15 Banin), dan
18 khatam 30 juz tanpa itqon.

Program Overseas

Sebagai informasi, program Overseas merupakan program wajib bagi siswa-siswi SMA AABS Purwokerto. Untuk overseas angkatan 7 ini berlokasi di Mesir.

Selama 3 bulan, anak-anak menghafal Al-Quran, belajar bahasa Arab, dan tapak tilas sejarah peradaban Islam di Mesir.

Bagi siswa-siswi yang telah menyelesaikan hafalan 30 juz, maka akan masuk ke program itqon (penguatan hafalan).

Selama menjalani program itqon, anak-anak menyiapkan hafalan di waktu teman-teman lain menyetorkan hafalan kepada musyrif atau musyrifah.

Kemudian siswa yang mengikuti program itqon akan menyetorkan hafalan itqon-nya kepada syaikh atau syaikhoh yang mana setoran mereka bukan hanya pada penguatan hafalan tetapi juga bacaannya.

Setiap pekannya mereka akan ada ujian itqon untuk menjaga hafalan yang sudah mereka punya.

Baca Juga : Alhamdulillah, Dayana Hardianisa Santri AABS Raih Predikat Itqon Hafalan 30 Juz

Sedangkan untuk anak-anak yang baru masuk progam menghafal Al-Quran saja, maka setiap harinya mereka menyiapkan hafalan kemudian menyetorkan hafalan kepada musyrif atau musyrifah secara bergantian dengan siswa yang lain.

Untuk waktu setorannya pada waktu subuh, sore, dan malam hari, bahkan banyak di antara siswa yang sampai tengah malam masih menghafal Al-Quran.

Sementara untuk pembelajaran bahasa Arab berlangsung sepekan lima kali, yakni Ahad hingga Kamis. Pembelajaran bekerja sama dengan Markaz Nile, salah satu lembaga pembelajaran bahasa Arab terbaik di Mesir.

MasyaAllah! Keep istiqomah santri AABS.