Tata Cara Salat Gerhana
Sama seperti salat sunah lainnya, tata cara salat gerhana bulan ini sebanyak dua rakaat.
Boleh secara munfarid yaitu sendiri-sendiri ataupun berjamaah.
Melansir dari Kementerian Agama, tata cara pelaksanaan salat gerhana adalah sebagai berikut:
Imam membaca:
الصلاة جامعة رحمكم الله
- Berniat di dalam hati. Ushallî sunnatal khusûf rak‘ataini imâman/makmûman lillâhi ta‘âlâ (Saya berniat salat sunah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah SWT).
- Takbiratul ihram, yaitu bertakbir sebagaimana salat biasa
- Membaca do’a iftitah dan berta’awudz, kemudian membaca surat Al Fatihah dilanjutkan membaca surat yang panjang (seperti surat Al Baqarah) sambil dijaharkan (dikeraskan suaranya, bukan lirih)
- Ruku’
- Bangkit dari ruku’ (i’tidal) sambil mengucapkan “Sami’allahu Liman Hamidah, Rabbana Wa Lakal Hamd”
- Setelah i’tidal ini tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah dan surat al quran. Berdiri yang kedua ini lebih singkat dari yang pertama
- Ruku’ kembali (ruku’ kedua) yang panjangnya lebih pendek dari ruku’ sebelumnya
- Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal)
- Kemudian sujud yang panjangnya sebagaimana ruku’, lalu duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali
- Bangkit dari sujud lalu mengerjakan raka’at kedua sebagaimana raka’at pertama hanya saja bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya
- Salam
Baca Juga : Siswa SMP AABS Purwokerto Praktik Laboratorium, Uji Kandungan Bahan Makanan
Setelah itu imam/khotib menyampaikan khutbah sebanyak 2 khutbah (seperti khutbanhya salat iedul fithri/ideul Adha) kepada para jamaah yang berisi anjuran untuk berdzikir, berdoa, beristighfar serta sunah untuk bersedekah.
Selanjutnya jumlah al-Fatihah, rukuk, dan iktidal dalam 2 rakaat shalat gerhana ini berjumlah 4 kali.










