Bangkit dari kegagalan
Purwokerto – Kegagalan adalah bagian yang tak terhindarkan dalam hidup. Namun apa yang benar-benar membedakan orang sukses adalah kemampuan mereka untuk bangkit dari kegagalan dengan semangat yang lebih besar.
Bagaimana cara kita move on dan bangkit dari kegagalan?
Ustadzah Richa Beauty Rahayu, S.Psi. dari Biro Psikologi AABS berbagi tips agar bisa bangkit dari kegagalan. Menurutnya, gagal itu adalah kondisi ketika kita tidak berhasil atau batal meraih sesuatu setelah adanya usaha maksimal. Kalau kegagalan terjadi sebelum/ atau tanpa adanya usaha maka bukan kegagalan tetapi konsekuensi.
Dalam Islam tidak ada istilah kegagalan, yang ada adalah proses belajar atau proses menuju sesuatu. Ustadzah Richa memberikan contoh; “ada anak belajar naik sepeda terus jatuh, apakah ini kegagalan?” ini bukan kegagalan tetapi proses menuju ia bisa naik sepeda. Tetapi banyak orang yang sering mengartikan itu kegagalan, padahal itu adalah proses belajar.
Nah jika Sahabat Qurmasi merasa gagal atau tidak berhasil dalam mencapai sesuatu, coba tips dari Ustadzah Richa berikut ini.
Baca Juga: Remaja Banyak Alami Kecemasan Sosial Berlebihan, Kok Bisa?
Selengkapnya bisa tonton video FYP topik “Bangkit dari Kegagalan” (klik link ini).
Kabar membanggakan datang dari SMA Al Irsyad Al Islamiyyah Boarding School (AABS) Purwokerto. Para siswa…
Kairo, 1 Januari — Al Irsyad Al Islamiyyah Boarding School (AABS) Purwokerto mengikuti Program Mu’ayasyah…
Purwokerto — Alhamdulillāhirabbil ‘ālamīn, kabar membanggakan dan penuh keberkahan datang dari SMA AABS Purwokerto. Sebanyak…
Purwokerto, 17 Agustus 2025 – Sekolah kembali berbangga. Sebanyak 10 siswa terbaik SMA dan MA…
Purwokerto, 14 Agustus 2025 – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh SMA Al Irsyad Al Islamiyyah…
Purwokerto, 1 Agustus 2025 — SMP Al Irsyad Al Islamiyyah Boarding School (AABS) Purwokerto kembali…
This website uses cookies.
View Comments
good, check mine S1 Film dan Animasi</a
Mengapa penting untuk melihat kegagalan sebagai bagian dari proses belajar daripada sebagai sesuatu yang negatif?
Greeting : Magister Akuntansi