Purwokerto – Hari Jumat disebut juga sebagai sayyidul ayyam atau penghulu hari, memiliki banyak keutamaan. Keutamaan hari Jumat termaktub dalam sejumlah dalil Al Quran maupun hadits.

Selain itu, sejumlah ulama juga secara khusus menulisnya dalam kitab al-Lum’ah Fi Khashaish al-Jumat, karya Syekh Jalaluddin al-Suyuthi.

Lantas, apa saja keutamaan hingga amalan di hari Jumat yang dapat mendatangkan pahala? Melansir dari berbagai sumber, berikut ini keutamaan hari Jumat beserta amalan-amalannya.

Keutamaan Hari Jumat

Salat Jumat

Adanya ibadah khusus bagi laki-laki untuk melaksanakan salat Jumat. Ini merupakan ibadah spesial yang khusus dilakukan di hari tersebut saja. Allah SWT memerintahkan kita untuk melaksanakannya, khususnya laki-laki sebagaimana surat Al-Jumu’ah ayat 9.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا نُوْدِيَ لِلصَّلٰوةِ مِنْ يَّوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا اِلٰى ذِكْرِ اللّٰهِ وَذَرُوا الْبَيْعَۗ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan salat pada hari Jum‘at, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”

(Q.S. Al-Jumu’ah ayat 9)

Nabi Adam Diciptakan

        خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ وَفِيهِ أُخْرِجَ مِنْهَا وَلاَ تَقُومُ السَّاعَةُ إِلاَّ فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ

        “Sebaik-baik hari di mana matahari terbit di saat itu adalah hari Jumat. Pada hari ini Adam diciptakan, hari ketika ia dimasukan ke dalam Surga dan hari ketika ia dikeluarkan dari Surga. Dan hari Kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari Jumat.”

        (Shahih Muslim (II/585) Kitaabul Jumu’ah)

        Rajanya Hari di Sisi Allah

        Di dalam sumber yang lain, juga menyebutkan sejumlah keutamaan hari Jum’at. Salah satunya kitab al-Lum’ah Fi Khashaish al-Jumat, karya Syekh Jalaluddin al-Suyuthi.

          “Rajanya hari di sisi Allah adalah hari Jumat. Ia lebih agung dari pada hari raya kurban dan hari raya Fitri. Di dalam Jumat terdapat lima keutamaan. Pada hari Jumat Allah menciptakan Nabi Adam dan mengeluarkannya dari surga ke bumi. Pada hari Jumat pula Nabi Adam wafat. Di dalam hari Jumat terdapat waktu yang tiada seorang hamba meminta sesuatu di dalamnya kecuali Allah mengabulkan permintaannya, selama tidak meminta dosa atau memutus tali shilaturrahim. Hari kiamat juga terjadi di hari Jumat. Tiada Malaikat yang didekatkan di sisi Allah, langit, bumi, angin, gunung dan batu kecuali ia khawatir terjadinya kiamat saat hari Jumat”.

          (Riwayat Al-Imam al-Syafi’i dan al-Imam Ahmad dari Sa’ad bin ‘Ubadah)

          Baca Juga: Pelatihan Khutbah, Membangun Kompetensi Khatib Jumat

          Dosa Terampuni

          “Barang siapa berwudlu kemudian memperbaiki wudlunya, lantas berangkat Jumat, dekat dengan Imam dan mendengarkan khutbahnya, maka dosanya di antara hari tersebut dan Jumat berikutnya ditambah tiga hari diampuni.”

          (H.R. Muslim)

          Waktu Mustajab untuk Berdoa

          Selanjutnya, keutamaan hari Jumat yaitu hari yang paling tepat untuk memohon pada Allah. Perbanyaklah berdoa di hari Jumat, karena Rasulullah SAW telah menyampaikan bahwa ini merupakan hari di mana doa-doa didengar dan dikabulkan oleh Allah SWT.

          فِيْهِ سَاعَةٌ لاَ يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي يَسْأَلُ اللهَ تَعَالَى شَيْئًا إِلاَّ أَعْطَاهُ إِيَّاهُ وَأَشَارَ بِيَدِهِ يُقَلِّلُهَا

          “Di hari Jum’at itu terdapat satu waktu yang jika seorang Muslim melakukan shalat di dalamnya dan memohon sesuatu kepada Allah Ta’ala, niscaya permintaannya akan dikabulkan.’ Lalu beliau memberi isyarat dengan tangannya yang menun-jukkan sedikitnya waktu itu.”

           (H.R. Bukhari No. 935)

              Terjaga dari Fitnah Kubur

              Imam Ahmad dan Imam Tirmidzi meriwayatkan dari Abdillah bin ‘Amr bin al-‘Ash, barang siapa yang meninggal dunia pada hari Jumat, maka ia terjaga dari fitnah kubur.

              “Tiada seorang Muslim yang mati di hari atau malam Jumat, kecuali Allah menjaganya dari fitnah kubur.”

              (Imam Ahmad dan Imam Tirmidzi)

                Masih banyak lagi dalil-dalil yang menyebutkan keutamaan hari Jum’at, jauh lebih banyak dari apa yang telah disebutkan di atas. 

                Amalan Hari Jumat

                Dengan banyaknya keutamaan hari Jum’at tersebut, alangkah baiknya bagi umat Islam untuk senantiasa memanfaatkannya dengan maksimal. Berikut ini beberapa amalan sunah di hari Jumat.

                Membaca Surat Al Kahfi

                مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنْ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ 

                “Barang siapa membaca surat al-Kahfi pada hari Jumat, maka Allah memberinya sinar cahaya di antara dua Jumat”

                (H.R. Imam al Hakim)

                Perbanyak Bersalawat

                Amalan pada hari Jumat lainnya adalah memperbanyak membaca salawat nabi.

                “Perbanyaklah shalawat kepadaku pada setiap Jumat, karena shalawat umatku akan diperlihatkan padaku pada setiap Jumat. Barangsiapa yang banyak bershalawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada hari kiamat nanti.”

                (H.R. Baihaqi)

                Baca Juga: Mau Jadi Shahibul Quran? Yuk Amalkan 5 Hal Ini

                Mandi Jumat & Membersihkan Lingkungan

                Rasulullah SAW bersabda, siapa saja umat Islam yang berniat mandi dan membersihkan diri serta lingkungan pada hari Jumat, maka ia akan mendapatkan pahala yang benar-benar melimpah. Adapun haditsnya, yakni

                “Barang siapa membasuh pakaian dan kepalanya, mandi, bergegas Jumatan, menemui awal khutbah, berjalan dan tidak menaiki kendaraan, dekat dengan Imam, mendengarkan khutbah dan tidak bermain-main, maka setiap langkahnya mendapat pahala berpuasa dan shalat selama satu tahun.”

                (H.R. Al-Tirmidzi dan al-Hakim)

                  MasyaaAllah, karena itu yuk kita berlomba-lomba mencari ridha Allah SWT dengan memperbanyak amalan baik di hari jum’at! Jangan sia-siakan yaa.